Tampilkan postingan dengan label Tugas Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tugas Pengembangan Kreativitas dan Keberbakatan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 07 Juni 2015

Persiapan Pembuatan Film Pendek

Saat Latihan Menari Saman
Pada postingan kali ini, saya akan memposting kegiatan dan persiapan saya bersama teman-teman kelompok dalam pembuatan film pendek untuk memenuhi tugas softskill yang bertema penunjukkan keberbakatan dalam diri setiap individu. Dalam pembuatan film ini, saya bekerja sama dengan rekan saya yang lain, yaitu: Andisa Putri Aulia, Hikman Tartila, Putri Elena Safitri, dan Saras Zettira Pratiwi.
Dalam film ini, saya yang cenderung lebih menyukai puisi dan cukup suka memasak akan mencoba untuk menari. Sedangkan Andisa yang terbiasa menari dan menyanyi, Putri terbiasa untuk menari dan berakting, lalu Zettira yang terbiasa menyanyi pun akan mencoba untuk menari dalam film ini. Dan Hikman, dalam kesempatan kali ini berperan sebagai sutradara sekaligus editor pembuatan film pendek. 
Tempat yang kami jadikan lokasi syuting yaitu berlokasi di Kota Bogor dan sekitar Kota Depok. Pada wilayah Bogor berlokasi di Taman Sempur, SMA YPHB Bogor, sekitar Stasiun Bogor, dan pedestrian wilayah Kota Bogor. Pada wilayah Depok berlokasi di Stasiun Pondok Cina dan kampus Gunadarma, dan halte UI.
Selama proses syuting pasti selalu ada bagian-bagian yang cukup sulit untuk dihilangkan, terutama tertawa. Saat diantara kami ada yang salah atau lupa script, pasti ingin saja tertawa dan terkadang salah gerakan saat diharuskan melakukan gerakan yang sama. Namun, proses tersebut sangat mengasyikan untuk kami. Kami harap dari film pendek tersebut akan ada hal positif yang dapat dipetik oleh teman-teman lainnya dan semoga terhibur dengan penayangan film pendek kami tersebut. Sekian, terimakasih............

Jumat, 24 April 2015

Apakah Bakat Saya yang Sebenarnya?

Selamat siang kawan-kawan pembaca blog. Pada kesempatan kali ini, saya akan menuliskan tentang menggali bakat dalam diri kita sendiri. Tapi sebenarnya, saya pun masih bingung hingga detik ini akan bakat saya yang sebenarnya. Karena, saya merupakan orang yang terbilang 'penasaran' akan hal-hal baru dan unik. Sebenarnya saya sangat tertarik untuk bermain alat musik, contohnya gitar. Saya selalu penasaran terhadap orang-orang yang mahir bermain gitar. Penasaran dari awal bagaimana dia bisa bermain gitar atau alat-alat musik lainnya secara baik. Sempat terpikir oleh saya sendiri, "Kapan ya saya bisa bermain gitar se-keren itu?". Saya penasaran, bahkan ketika saya ke toko buku, saya mencoba untuk membeli buku tutorial bermain gitar dan gitar yang saya gunakan adalah gitar milik paman saya. Awalnya, saya dibuatkan gambarannya langsung oleh paman saya, lalu saya latihan. Tapi karena sudah jarang memainkan gitar, sekarang saya  lupa lagi kunci-kunci gitarnya. Selain penasaran dalam bermain alat musik, saya cukup senang dalam menulis. Ya, meskipun tulisan atau rangkaian kata yang saya buat kurang bagus. Tapi, saya senang saat pensil atau pulpen telah menyatu dengan kertas. Kadang, untaian kata itu terangkai sendiri dalam pikiran saya dan dapat menjadi cerita yang kadang tidak jelas alurnya. Awalnya saya suka dengan buku atau kumpulan puisi yang kata-katanya puitis dan bahkan saya kurang paham akan maknanya. Tapi saya menyukai hal tersebut. Saya kira cukup sekian penulisan blog kali ini. Semoga kawan-kawan semuanya dapat mengembangkan bakat yang kawan-kawan miliki.

Minggu, 15 Maret 2015

Berbakat itu Karena Diasah

Hai para bloggers, hari ini hari Minggu. Meskipun hari Minggu adalah hari libur, berhenti bermalas-malasan. Ayo kita cari kegiatan positif yang bermanfaat! Nah untuk tulis-menulis kali ini, saya akan menuliskan bakat yang sering terasah dan cukup menghasilkan prestasi.

Subjek yang saya pilih kali ini adalah adik sepupu saya sendiri yang bernama Ilham Riyadi, siswa kelas XI dari salah satu Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di wilayah Jakarta Selatan. Mungkin sewaktu dia kecil, saya belum terlalu melihat kira-kira apa sih bakat anak yang satu ini. Namun lama-kelamaan, semakin dia dewasa saya selalu mendengar curahan hati dari ibunya bahwa dia itu sering sekali keluar bersama teman-temannya setelah pulang sekolah untuk bermain sepak bola atau futsal. Kadang saya berpikir, “Kenapa sih harus sering pulang malam gara-gara main bola gitu? Memangnya gak capek sama rutinitas sekolah yang tugasnya aja bikin pusing?”. Tapi ternyata saya salah, adik saya ini sudah membuktikan bahwa selama ini dia itu mengasah dan semakin mengasah kemampuannya atas kegiatan yang dia senangi. Presetasinya di beberapa turnamen sudah menjadi bukti bahwa dia berbakat dalam hal tersebut, ya meskipun dalam turnamen sudah dipastikan dia bermain bersama timnya.


Nah di atas ituadalah salah satu foto yang diambil setelah turnamen di SMAN 65 Jakarta. Tim dari SMAN 90 Jakarta mendapatkan juara 1 pada tahun 2014.

Sekian tulisan saya untuk kali ini. Saya harap kita semua (kawula muda) dapat semakin mengasah dan menggali bakat yang kita miliki sebenarnya. Have a nice weekend, Pals!




Rabu, 11 Maret 2015

Apakah Bakat Dan Pengalamannya Penting?

                  Selamat malam penikmat huruf di blog...
             Kali ini saya akan berbagi tulisan mengenai pentingnya dan pengalaman bakat pada setiap individu. Kira-kira apakah kalian sudah tahu atau bahkan sudah menyalurkan bakat apa yang kalian miliki sejak kecil?

          Sadar atau tidak, setiap orang memiliki bakat dan potensinya masing-masing. Meskipun terkadang diri kita sendiri masih suka bingung akan bakat yang kita miliki. Jadi, arti bakat yang sebenarnya adalah talenta, kepandaian, anugerah yang dibawa sejak lahir. Misalnya bakat dalam bernyanyi, melukis, dan bakat lainnya.

         Bakat bukanlah sifat tunggal, melainkan sifat tunggal yang secara bertingkat membentuk bakat. Bakat baru muncul bila ada kesempatan untuk berkembang atau dikembangkan. Sehingga, mungkin saja seseorang tidak mengetahui dan tidak tahu bagaimana cara mengembangkan bakatnya sehingga tetap merupakan kemampuan yang laten (terpendam atau tak terlihat). Bakat akan sulit berkembang dengan baik apabila tidak diawali dengan adanya minat pada bidang yang akan ditekuni. Untuk itu, guru, orang tua, pembimbing perlu mengenal bakat anak-anaknya sehingga dapat memberikan pendidikan, pelatihan, dan menyediakan pengalaman sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

                  Menurut Crow&Crow (1989), bakat dapat dianggap sebagai kualitas yang dimiliki oleh semua orang dalam tingkat yang beragam. Bakat juga dapat dianggap sebagai keunggulan khusus dalam bidang perilaku tertentu, seperti musik, matematika, atau olahraga. Cattel (dalam Crow&Crow, 1989), mencoba menemukan perbedaan-perbedaan diantara individu dalam bidang-bidang seperti di bawah ini, yang berhubungan dengan ketajaman sensoris (indera), kekuatan otot dibandingkan dengan kemampuan mental lainnya yang lebih kompleks:
1.  Kekuatan menggenggam atau memegang
2.  Kecepatan gerkan lengan
3. Dua ambang mata pada belakang tangan
4. Jumlah tekanan yang diperlukan, yang mengakibatkan rasa sakit pada dahi
5. Perbedaan berat yang tidak begitu kentara
6. Waktu dalam bereaksi terhadap bunyi
7. Waktu yang dibutuhkan dalam menyebutkan sepuluh warna
8. Membagi garis menjadi dua yang masing-masing panjangnya 50cm
9. Kemampuan untuk mereproduksi selama jangka waktu 10 detik dengan ketukan, setelah itu subjek diminta untuk mengingatnya
10. Saat mengingat huruf-huruf yang berhubungan dengan pendengaran.

             Memperkenalkan anak pada berbagai hal menjadi salah satu cara untuk mengetahui minat, bakat, dan kemampuan anak. Orang tua perlu memperhatikan pada bidang apa anak menjadi tertarik, antusias, dan begitu senang saat diajak melakukan suatu kegiatan. Berikut beberapa cara menemukan bakat seorang anak:
1.   Stimulasi
 Anak melakukan beragam aktivitas baik di dalam atau pun di luar rumah. Ragam aktivitas tersebut seperti menyanyi, menggambar, menulis, berkebun, membersihkan rumah, berenang, dan aktivitas lainnya.
2.   Eksplorasi
 Motivasi anak untuk mengeksplorasi aktivitas yang disukainya. Bila anak sudah merasa puas dengan aktivitas, beri tantangan baru yang lebih sulit agar anak menguasai aktivitas tersebut.
3.  Amati
 Amati aktivitas anak secara langsung atau mintalah anak menceritakan aktivitasnya mulai pertama kali terlibat dalam aktivitas tersebut, perilaku anak selama beraktivitas, sampai komentar anak mengenai hasil yang didapatkannya.
4.   Reward
 Apresiasi ketekunan anak agar anak terus mengeksplorasi bakatnya.

                        Saya rasa cukup sekian sharing tentang bakatnya. Jadi intinya, bakat itu sangat penting untuk diketahui terutama untuk para orang tua yang masih belum tahu kira-kira bakat apa sih yang dimiliki seorang anak? Nah, untuk para orang tua yang masih bingung mungkin dapat mengikuti sedikit tips yang saya tulis di atas. Selamat malam...



Sumber Referensi:
http://blog.temantakita.com/menemukan-bakat-anak/